Akan Surati Bupati, MUI Dungkek Ancam Demo Besar-besaran Jika Hiburan Malam Sumenep Tak Ditutup


SUMENEP (GARUDA PERS)
Maraknya tempat hiburan malam di Kabupaten Sumenep menuai sorotan tajam dari kalangan ulama. Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dungkek, Fathurrohman Navis, S.Pd., menilai pemerintah daerah harus segera mengambil langkah tegas sebelum keresahan masyarakat semakin meluas.

Menurut Fathurrohman Navis, keberadaan sejumlah tempat hiburan malam yang terus beroperasi dinilai tidak sejalan dengan karakter Kabupaten Sumenep yang selama ini dikenal sebagai daerah religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

“Kami sangat prihatin. Sumenep dikenal sebagai Kota Keris yang sarat dengan nilai agama dan budaya. Namun di sisi lain, tempat hiburan malam justru semakin marak. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan muncul pertanyaan besar tentang keseriusan pemerintah dalam menjaga moral masyarakat,” tegas Fathurrohman Navis kepada media.

Ia menilai aktivitas hiburan malam berpotensi memicu berbagai persoalan sosial yang dapat berdampak pada generasi muda. Karena itu, MUI Dungkek mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menutup tempat-tempat hiburan malam yang dinilai meresahkan masyarakat.

Sebagai bentuk keseriusan, lanjutnya, MUI Dungkek akan segera mengirimkan surat resmi kepada Bupati Sumenep guna meminta tindakan konkret dari pemerintah daerah.

“Dalam waktu dekat kami akan menyurati Bupati Sumenep. Kami meminta adanya langkah nyata, bukan sekadar wacana atau janji. Masyarakat menunggu tindakan tegas dari pemerintah,” ujarnya.

Fathurrohman Navis juga menegaskan bahwa apabila aspirasi tersebut tidak mendapat respons yang memadai, pihaknya bersama tokoh agama dan elemen masyarakat lainnya siap menggelar aksi demonstrasi secara damai sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika surat dan aspirasi masyarakat tidak diindahkan, maka kami siap turun ke jalan. Ini bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga generasi muda dan marwah Sumenep sebagai daerah yang religius,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep tidak mengabaikan suara masyarakat dan segera mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan sosial, moral, serta nilai-nilai keagamaan yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Madura.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep terkait desakan MUI Dungkek untuk menertibkan dan menutup tempat-tempat hiburan malam yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sumenep.

BERITA NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar