GASI Bongkar Dugaan Pengiriman Rokok Ilegal Harian dari Pamekasan, Desak Operasi Gabungan


PAMEKASAN (GARUDA PERS)
– Maraknya dugaan peredaran rokok ilegal dari Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan. Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI) mendesak Bea Cukai Madura, Kepolisian, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera menggelar operasi gabungan secara masif dan berkelanjutan guna menutup jalur distribusi rokok tanpa cukai yang diduga semakin terbuka lebar.

Ketua Umum GASI, Rifai Lasbandra, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima berbagai laporan dan informasi dari masyarakat terkait dugaan pengiriman rokok ilegal dari Pamekasan ke sejumlah daerah di luar Madura yang disebut berlangsung hampir setiap hari.

Informasi yang kami terima menunjukkan aktivitas pengiriman rokok ilegal diduga berlangsung secara rutin dan masif. Moda transportasinya beragam, mulai kendaraan pribadi, mobil travel, truk hingga tronton. Jika kondisi ini benar terjadi, maka ada pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan yang selama ini dilakukan,” tegas Rifai, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar pelanggaran administrasi cukai, melainkan menyangkut potensi kerugian negara yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah akibat hilangnya penerimaan dari sektor cukai hasil tembakau.

Rifai mengungkapkan, dugaan maraknya distribusi rokok ilegal itu telah disampaikan secara langsung saat GASI melakukan audiensi dengan Bea Cukai Madura pada 10 Juni 2026 lalu. Dalam pertemuan tersebut, GASI memaparkan sejumlah temuan lapangan yang menggambarkan besarnya dugaan peredaran rokok ilegal dari wilayah Pamekasan.

Ketika kami memaparkan temuan di lapangan, pihak Bea Cukai sampai geleng-geleng kepala. Reaksi itu menunjukkan bahwa informasi yang kami sampaikan cukup mengejutkan dan perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.

GASI menilai pemberantasan rokok ilegal tidak bisa dibebankan hanya kepada Bea Cukai. Diperlukan keterlibatan aktif aparat kepolisian dan Satpol PP untuk melakukan operasi rutin di jalan raya, terminal, jalur distribusi hingga titik-titik yang diduga menjadi lintasan pengangkutan rokok ilegal.

Kalau pengirimannya diduga berlangsung hampir setiap hari, maka pengawasannya juga tidak boleh sesekali. Harus ada operasi gabungan yang terukur, rutin, dan menyasar jalur distribusi utama. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku pelanggaran cukai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rifai mempertanyakan mengapa dugaan pengiriman dalam jumlah besar masih dapat berlangsung apabila memang terjadi secara rutin. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh instansi terkait.

Jangan sampai masyarakat menilai pengawasan hanya berjalan di atas kertas, sementara distribusi barang ilegal terus bergerak bebas di lapangan. Jika ada dugaan aktivitas yang berlangsung setiap hari, maka harus ada langkah luar biasa untuk menghentikannya,” katanya.

GASI berharap hasil audiensi dengan Bea Cukai tidak berhenti sebagai forum seremonial, melainkan ditindaklanjuti dengan tindakan nyata berupa pengawasan terpadu dan penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Madura belum memberikan tanggapan resmi atas upaya konfirmasi terkait pernyataan GASI mengenai dugaan maraknya pengiriman rokok ilegal dari Pamekasan ke berbagai daerah di luar Madura.

Harapan kami sederhana, negara hadir dan bertindak. Jika dugaan yang kami sampaikan terbukti benar, maka sudah waktunya dilakukan operasi besar-besaran untuk memutus mata rantai distribusi rokok ilegal dan menyelamatkan penerimaan negara dari sektor cukai,” pungkas Rifai. (Feri Tulen)

BERITA NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar