Rumput Naik Pangkat, Papan Nama Tersingkir: Potret Kumuh Kantor UPT LLAJ Pamekasan
PAMEKASAN (GARUDA PERS) Jika ada lomba pertumbuhan tercepat di lingkungan perkantoran, rumput di sekitar Kantor UPT LLAJ Bangkalan Wilayah Kerja Pamekasan tampaknya layak menjadi juara.Betapa tidak, rumput liar dan pepohonan yang menjulang di sekitar kantor membuat papan nama kantor nyaris tenggelam dan sulit terlihat dari jalan.
Dari kejauhan, bangunan tersebut bahkan lebih mirip lahan yang lama ditinggalkan daripada kantor pelayanan publik. Sebagian masyarakat yang melintas pun mengaku harus memastikan dua kali untuk mengetahui bahwa lokasi tersebut memang kantor pemerintah, bukan kebun yang sedang menunggu musim panen.
Saat tim media melakukan konfirmasi, salah seorang staf menyampaikan bahwa area tersebut sebenarnya sudah dibersihkan.
Sudah dibersihkan, Mas.
Kalau ingin penjelasan lebih lanjut, tunggu atasan atau ke Bangkalan saja," ujarnya singkat.
Pernyataan itu tentu menimbulkan tanda tanya.sebab berdasarkan kondisi di lapangan, rumput masih tumbuh subur mengelilingi area kantor.
Bahkan ada yang berseloroh, jika benar sudah dibersihkan, mungkin rumput-rumput tersebut memiliki semangat kerja yang luar biasa karena mampu tumbuh kembali lebih cepat daripada jadwal pemeliharaan kantor.
Ironisnya, di saat pemerintah pusat terus menggaungkan budaya bersih dan tertib, masih ada kantor pelayanan publik yang justru memberikan kesan sebaliknya. Padahal kantor pemerintah bukan sekadar tempat bekerja, melainkan wajah pelayanan negara yang setiap hari dilihat masyarakat.
Publik pun bertanya-tanya, apakah anggaran pemeliharaan lingkungan tidak ada, atau ada tetapi belum sempat menyentuh rumput yang semakin percaya diri menguasai halaman kantor?kondisi ini tentu bukan sekadar persoalan estetika.
Lingkungan yang dipenuhi semak dan rumput liar berpotensi menjadi sarang ular, serangga, maupun hewan lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan pegawai maupun masyarakat yang datang.
Masyarakat berharap pihak terkait tidak hanya sibuk mengatur lalu lintas di jalan raya, tetapi juga mampu "menertibkan lalu lintas rumput" yang terlihat bebas berkeliaran di halaman kantornya sendiri.
Sebab jika papan nama kantor saja hampir kalah tinggi dengan rumput di sekitarnya, publik tentu berhak bertanya: yang sedang berkembang di kantor tersebut pelayanan publik atau vegetasi liar.
